Tawadhu' dan Sombong
Assalaamu ' alaikum
💚صلى الله على محمد، صلى الله عليه و سلم💚
🌷ANTARA TAWADHU' DAN SOMBONG🌷
Sesiapa yang merasa dirinya Tawadhu’ maka sebenarnya dia adalah orang yang sombong, sebab tidaklah ada Tawadhu’ melainkan dirinya sendiri merasa tinggi.
Apabila ada rasa Tawadhu’ dalam jiwamu, maka engkau adalah orang yang benar-benar sombong.
Al Hikam, Ibnu Atha’illah.
Menurut para arif billah, perbezaan antara Tawadhu’ dan Sombong itu nampak samar-samar bila tak berhati-hati dan dirimu merasa Tawadhu’ maka dirimu telah terjebak dalam kesombongan.
Hal ini terjadi disaat dirimu telah merasa rendah hati atau tawadhu’ lalu mengakibatkan dirimu menjadi ujub dengan sikapmu itu lalu kamu mudah menilai orang lain dan merendahkn orang lain tanpa kamu sedari.
Orang yang merasa sudah Tawadhu’ dan menilai orang lain sombong maka sebenarnya perasaaan itu timbul dari rasa ujub yang samar.
Seseorang dapat terjebak dalam kesombongan disebabkan.
1. Tidak adanya Iman dalam Hatinya.
2. Merasa mempunyai kelebihan daripada yang lainnya.
3. Keinginan untuk dipuji.
Ubat dari ketiga penyakit tersebut adalah:-
1. Engkau harus senantiasa merasa sedar bahwa dirimu adalah hamba Allah yang hina memiliki banyak kekurangan dan kelemahan.
2. Engkau harus selalu membuka lebar-lebar pintu hatimu agar dapat menerima nasihat yang baik, jangan pernah memandang orang yang memberimu nasihat, tapi lihatlah kebenaran didalam nasihatnya itu
3. Hendaknya engkau sering muhasabah diri tentang kesalahan mu, ketidak sopananmu terhadap manusia maupun terhadap Allaah, lalu berusahalah memperbaikinya.
Ciri-ciri seseorang itu telah ada Tawadhu’ dalam dirinya adalah👇
Celaan ataupun pujian sama sekali tidak membuat dia menjadi marah kala dicela juga tidak membuat dia menjadi bangga saat dipuji, tidak merasa sakit atau benci bila dituduh sombong, tidak serakah terhadap kedudukan dan tidak pernah menganggap dirimu orang mulia...
Sebagaimana Firman Allah SWT surat Al Furqaan ayat 63.
وَعِبَادُ الرَّحْمَٰنِ الَّذِينَ يَمْشُونَ عَلَى الْأَرْضِ هَوْنًا وَإِذَا خَاطَبَهُمُ الْجَاهِلُونَ قَالُوا سَلَامًا
Dan hamba-hamba Allah yang Maha Penyayang itu ialah orang-orang yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka mengucapkan kata-kata yang mengandungi keselamatan...
(Al Hikam)
Comments
Post a Comment